Friday, March 30, 2012

Membeli Mimpi

Oleh Kiptiah Hasan
dakwatuna.com

Mimpi-mimpi masa kini
Ku beli mimpi dengan berat hati
Wajah-wajah baru ku dapati
Ku angkat pijakanku kini

Lelap terbuai masa lalu
Enggan bahkan sejenak berjalan
Meski hati menggapai asa
Tapi tubuh hanya membisu

Aku harus memeluk mimpi
Ku sanding dalam hati
Ku reguk tiap perih
Biar senang hati ini

Bukan dengan sebuah penilaian
Hanya sebuah pergerakan
Untuk aku dan Tuhanku

Saturday, May 17, 2008

Mengenang Masa Lalu (Dedikasi Sempena Hari Guru)

Sepi dan sendiri.

Duduk ku, mengenang masa lalu.

Derap dan Langkah pertama

Ku ke alam keilmuan dan akal fikir,

Budaya dan peradaban,

Kesusilaan dan rasa hormat,

Pada ketika aku buta, dan jahil, fakir ilmu.


…hari itu, kalian pimpin tangan kami

ke kelas,

membuka kami kepada dunia yang sangat luas,

dunia tanpa batasan,

dunia yang kami akan harungi di masa-masa mendatang,

sungguh kami masih ingat pimpinan dan tuntunan pertama itu,

dan sehingga ini hari…


kalianlah pendidik bangsa,

ingin melihat dan menumpang gembira

masa depan gemilang anak-anakmu ini, Cuma

kami tahu,

kami tahu dan sedar,

tiada lagi yang kalian minta,

mengenang kalian di hati kami.


Namun,

Bukan lagi angka-angka A yang ingin kami bilang

Bukan juga belasan subjek

yang menjadi perkiraan,

tetapi tulus murni,

budi dan naluri,

menabur bakti,

untuk anak bangsa.


Hanya maaf kami pohon,

Kiranya bisa kata-kata kami

Melukaimu walau secubit,

Kiranya bicara kami meruntun hatimu,

Wahai sang pendidik.


Bukanlah ini bicara air mata,

tapi bicara kata hati, yang tersentuh pada kejujuran

Pada pendidik, aku kenang.

Kenangan yang akan disemat,

Dalam hati ini,

Sampai bila-bila,

Walau kalian tiada.


Hadi Mahdi Muhtadi,

Bandar Baru Bangi.

lanjut di muhammadaimansalmi.blogspot.com